Artikel Terbaru
- Siapa Pembunuh Munir? — Jejak yang Tak Pernah Tuntas Observatorium — Dua dekade setelah aktivis HAM paling vokal di Indonesia diracun di ketinggian 30.000 kaki, pertanyaan siapa dalang sebe
- Nihilisme vs Absurdisme: Dua Cara Menatap Kekosongan Filsafat — Keduanya mulai dari tempat yang sama — hidup ini gak punya makna bawaan. Tapi ke mana mereka pergi setelahnya, itu yang
- Laut Bercerita: Novel yang Bikin Lo Nangis untuk Orang-orang yang Gak Pernah Lo Kenal Book Review — Gue lahir setelah 1998. Gue gak ngerasain langsung. Tapi Leila S. Chudori nulis ini dengan cara yang bikin gue ngerasa k
- Di Tanah Lada: Ketika Anak Kecil Lebih Paham Dunia daripada Orang Dewasa Book Review — Novel yang diceritakan dari kacamata anak 6 tahun ini bikin lo questioning: siapa yang sebenarnya lebih 'dewasa'—anak-an
- Generasi yang Tahu Terlalu Banyak, Tapi Merasa Nggak Bisa Ngapa-ngapain Filsafat — Dari Gaza sampai 9,89 juta Gen Z yang nganggur — kenapa semakin kita tahu, semakin kita diam?
- Self-Compassion: Kenapa Lo Lebih Baik ke Semua Orang Kecuali Diri Sendiri Wellness — Lo gak akan bilang hal-hal itu ke temen lo. Tapi lo bilangnya ke diri sendiri setiap hari. Dan entah kenapa, itu terasa
- Capek Bilang Iya Terus? Cara Berhenti Jadi People Pleaser Wellness — Lo capek jadi orang yang selalu bilang iya. Tapi kenapa berhenti rasanya sesulit itu? Let's talk about it.
- Ngerasa Sukses Cuma Hoki? Kenali Tanda Impostor Syndrome Growth — Lo udah capek-capek achieve sesuatu, tapi tetep aja ngerasa gak layak? Itu bukan kerendahan hati. Itu impostor syndrome
- Selamat Datang di Sophrosyne — Ruang Buat Lo yang Suka Mikir Filsafat — Kenalan dulu yuk! Ini cerita kenapa gue bikin blog ini, apa sih Sophrosyne itu, dan kenapa lo bakal betah nongkrong di s
- —